Julianti, Lia (2025) Hubungan Antara Cyberbullying dengan Risiko Bunuh Diri pada Remaja di SMAN 24 Bandung. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (33kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (132kB)
Persetujuan.pdf - Published Version
Download (142kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (102kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (115kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (99kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (221kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (255kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (213kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (250kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Download (31kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (201kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (3MB)
Abstract
Perkembangan teknologi digital telah memengaruhi pola komunikasi remaja, terutama melalui media sosial. Namun, kemajuan ini juga memicu peningkatan kasus cyberbullying. Di Indonesia, prevalensi cyberbullying pada remaja mencapai 69,64%, menunjukkan tingginya paparan terhadap risiko gangguan mental, termasuk risiko bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara cyberbullying dengan risiko bunuh diri pada remaja di SMAN 24 Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 257 siswa kelas X dan XI yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Revised Cyberbullying Inventory (RCBI) untuk mengukur keterlibatan remaja dalam cyberbullying dan Beck Scale for Suicide Ideation (BSS) untuk mengukur risiko bunuh diri. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden pernah terlibat dalam tindakan cyberbullying, baik sebagai pelaku, korban, maupun pelaku sekaligus korban. Sebanyak 118 responden (45,9%) termasuk dalam kategori berisiko bunuh diri. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara cyberbullying dan risiko bunuh diri dengan nilai p = 0,001 (p < 0,05). Remaja yang mengalami cyberbullying, lebih rentan memiliki ide dan percobaan bunuh diri karena tekanan emosional yang ditimbulkan seperti depresi, kecemasan, stres, rasa putus asa, penurunan harga diri, hingga perasaan terisolasi dari lingkungan sosialnya. Diperlukan peningkatan keterampilan koping remaja, dukungan emosional dari orang tua, serta keterlibatan sekolah dalam deteksi dan penanganan dini dampak cyberbullying terhadap kesehatan mental.
Kata Kunci: Cyberbullying, risiko bunuh diri, remaja
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | A Keperawatan > AD Komunitas |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Keperawatan > S1 Keperawatan |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 22 Jan 2026 03:01 |
| Last Modified: | 22 Jan 2026 03:01 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3421 |
