Wulandari, Leni (2025) Hubungan Kecemasan Menghadapi Akreditasi dengan Kinerja Perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Majalaya. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (128kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (193kB)
Persetujuan.pdf - Published Version
Download (114kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (172kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (336kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (282kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (259kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (338kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (404kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (292kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Download (237kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (256kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (1MB)
Abstract
Kecemasan menghadapi akreditasi merupakan fenomena yang umum dialami perawat dalam menghadapi proses penilaian mutu pelayanan rumah sakit, yang dapat berdampak pada penurunan kinerja dan kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecemasan menghadapi akreditasi dengan kinerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majalaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana di RSUD Majalaya sebanyak 369 orang, dan sampel sebanyak 77 orang yang dipilih secara Simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Self-Rating Anxiety Scale (SRAS) untuk mengukur kecemasan, dan Nursing Performance Instrument (NPI) untuk mengukur kinerja perawat. Teknik analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat mengalami kecemasan pada tingkat ringan (48,1%) dan sedang (42,9%), serta memiliki kinerja pada kategori kurang (85,7%) dan cukup (14,3%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kecemasan menghadapi akreditasi dengan kinerja perawat (p < 0,05) nilai koefisien korelasi -0,670 negatif dengan kategori kuat, yang berarti bahwa semakin meningkat tingkat kecemasan yang dirasakan oleh perawat, maka semakin kurang pula tingkat kinerja yang ditunjukkan. Temuan ini sejalan dengan Teori Yerkes Dodson (1908) yang mengemukakan bahwa kinerja terbaik dapat dicapai ketika tingkat tekanan atau kecemasan berada pada tingkat menengah, sedangkan tekanan yang melebihi batas optimal cenderung menurunkan kinerja karena menghambat konsentrasi, proses pengambilan keputusan, serta koordinasi kerja.
Kata Kunci: Akreditasi, Kecemasan, Kinerja Perawat
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | A Keperawatan > AI Jiwa |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Keperawatan > S1 Keperawatan |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 20 Jan 2026 04:26 |
| Last Modified: | 21 Jan 2026 09:20 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3371 |
