Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Asfiksia Neonatorium di Ruang Ponek Neonatologi RSUD dr. Soekardjo

Fadilah, Anisa (2025) Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Asfiksia Neonatorium di Ruang Ponek Neonatologi RSUD dr. Soekardjo. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.

[thumbnail of cover.pdf] Text
cover.pdf - Published Version

Download (22kB)
[thumbnail of hal pengesahan.pdf] Text
hal pengesahan.pdf - Published Version

Download (69kB)
[thumbnail of hal pernyataan.pdf] Text
hal pernyataan.pdf - Published Version

Download (108kB)
[thumbnail of kata pengantar.pdf] Text
kata pengantar.pdf - Published Version

Download (107kB)
[thumbnail of daftar isi.pdf] Text
daftar isi.pdf - Published Version

Download (138kB)
[thumbnail of abstrak.pdf] Text
abstrak.pdf - Published Version

Download (129kB)
[thumbnail of bab 1.pdf] Text
bab 1.pdf - Published Version

Download (134kB)
[thumbnail of bab 2.pdf] Text
bab 2.pdf - Published Version

Download (501kB)
[thumbnail of bab 3.pdf] Text
bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (460kB)
[thumbnail of bab 4.pdf] Text
bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (200kB)
[thumbnail of bab 5.pdf] Text
bab 5.pdf - Published Version

Download (7kB)
[thumbnail of daftar pustaka.pdf] Text
daftar pustaka.pdf - Published Version

Download (233kB)
[thumbnail of lampiran.pdf] Text
lampiran.pdf - Published Version

Download (421kB)

Abstract

Data World Health Organization (WHO) tahun 2020 secara global terdapat sekitar
23% neonatus pertahun mengalami aspiksia neonatorum. Beberapa faktor penyebab yaitu
faktor ibu meliputi: umur, tekanan darah, paritas, anemia, Pendarahan abnormal (plasenta
previa atau solusio plasenta), Partus lama atau partus macet, Demam selama persalinan,
Infeksi berat (malaria, sifilis, TBC, HIV), Kehamilan Lewat Waktu (sesudah 42 minggu
kehamilan). Tujuan penelitian diketahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian
Asfiksia Neonatorum Di RSUD DR. Soekardjo.
Jenis Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan
desain penelitian Case Control. Populasi pada penelitian ini adalah semua bayi yang
menderita aspiksia neonatorum. jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 80 orang,
dimana 40 kelompok kasus dan 40 kelompok kontrol.
Hasil penelitian, sebanyak 62,5% dengan usia 20-35 tahun mengalami aspiksia
neonatorum, sebanyak 80% ibu dengan usia 36-32 minggu mengalami aspiksia nonatorum,
sebanyak 55% ibu tidak preeklamsia, sebanyak 55% dengan persalinan spontan, dan
sebanyak 62,5% dengan berat bayi lahir > 2500 gram mengalami aspiksia neonatorum. Hasil
uji analisa bivariat didapatkan nilai p- value = ≤ α 0,05 berarti signifikan maka Ho ditolak
dan Ha diterima, yang menunjukan ada hubungan signifikan antara usia ibu, preeklamsia,
paritas, dan berat bayi lahir dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD dr. Soekardjo.
Analisa multivariat faktor yang paling dominan mempengaruhi terjadinya Aspiksia
Neonatorum adalah faktor paritas pada ibu dengan nilai uji regresi p=0,114.
Disarankan pada ibu untuk menghindari faktor resiko yang dapat meningkatkan
kejadian Aspiksia neonatorum pada anak seperti faktor resiko usia, paritis, dan berat bayi
lahir.
Kata kunci : Usia ibu, Umur Kehamilan, Preeklamsia, Paritas, Jenis Persalinan, Berat Bayi Lahir, Asfiksia Neonaturum.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: A Keperawatan > AF Anak
Divisions: PSDKU Tasikmalaya > S1 Keperawatan
Depositing User: editor psdku tasik
Date Deposited: 13 Jan 2026 03:56
Last Modified: 13 Jan 2026 03:57
URI: https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3278

Actions (login required)

View Item
View Item