Rahayu, Andhyka Prasetia (2025) Pengaruh Moist Wound Healing terhadap Kondisi Luka pada kaki pasien Penderita Ulkus Diabetikum di Ruang Inap Rumah Sakit Jasa Kartini. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
cover.pdf - Published Version
Download (200kB)
hal pengesahan.pdf - Published Version
Download (268kB)
hal pernyataan.pdf - Published Version
Download (184kB)
kata pengantar.pdf - Published Version
Download (168kB)
daftar isi.pdf - Published Version
Download (244kB)
abstrak.pdf - Published Version
Download (205kB)
bab 1.pdf - Published Version
Download (193kB)
bab 2.pdf - Published Version
Download (345kB)
bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (419kB)
bab 4.pdf - Published Version
Download (329kB)
bab 5.pdf - Published Version
Download (178kB)
daftar pustaka.pdf - Published Version
Download (201kB)
lampiran.pdf - Published Version
Download (249kB)
Abstract
Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu masalah kesehatan di dunia
dengan prevalensi yang makin meningkat serta memiliki dampak medis
dan sosial yang penting. Diabetes Melitus adalah suatu penyakit yang
disebabkan kurangnya insulin dan menyebabkan gangguan metabolisme.
Prevalensi DM di Kota Tasikmalaya pada Tahun 2023 sebanyak 18.762
kasus. Prevalensi kasus diabetes melitus di ruang rawat inap Rumah Sakit
Jasa Kartini pada tahun 2023 sebanyak 104 kasus. Jenis penelitian yang
digunakan adalah quasy experiment. Desain penelitian menggunakan time
series design eksperimen. Populasi penelitian sebanyak 20 orang dengan
teknik Total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi luka
pada kaki pasien penderita ulkus diabetikum dengan menggunakan moist
wound healing pada hari pertama rata-rata skor 40 dengan standar deviasi
3,712, hari ketiga rata-rata skor 36,60 dengan standar deviasi 2,633 dan
pada hari keenam rata- rata skor 31,90 dengan standar deviasi 2,601.
Kondisi luka pada kaki pasien penderita ulkus diabetikum dengan
menggunakan konvensional pada hari pertama rata-rata skor 43,90 dengan
standar deviasi 3,814, hari ketiga rata-rata skor 42,40 dengan standar
deviasi 3,978 dan pada hari keenam rata-rata skor 40,30 dengan standar
deviasi 3,302. Simpulan pada penelitian ini adalah Moist wound healing
lebih efektif dibandingkan metode konvensional terhadap kondisi luka
pada kaki pasien penderita ulkus diabetikum. Selisih antara kelompok
moist wound healing dan selisih metode konvensional adalah 4,5.
Kata Kunci : Ulkus diabetikum, metode konvensional, Moist wound
healing
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | A Keperawatan > AB Medikal Bedah |
| Divisions: | PSDKU Tasikmalaya > S1 Keperawatan |
| Depositing User: | editor psdku tasik |
| Date Deposited: | 12 Jan 2026 05:45 |
| Last Modified: | 12 Jan 2026 05:45 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3248 |
