Ramadhaty, Ainunnissa (2025) Hubungan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dengan kejadian Asfiksia di Ponek Neo RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
cover.pdf - Published Version
Download (68kB)
hal pengesahan.pdf - Published Version
Download (221kB)
hal pernyataan.pdf - Published Version
Download (191kB)
kata pengantar.pdf - Published Version
Download (188kB)
daftar isi.pdf - Published Version
Download (212kB)
abstrak.pdf - Published Version
Download (229kB)
bab 1.pdf - Published Version
Download (202kB)
bab 2.pdf - Published Version
Download (309kB)
bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (342kB)
bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (277kB)
bab 5.pdf - Published Version
Download (197kB)
daftar pustaka.pdf - Published Version
Download (253kB)
lampiran.pdf - Published Version
Download (392kB)
Abstract
Kematian bayi sering disebabkan oleh Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) atau
prematuritas dan asfiksia. Pada tahun 2021, penyebab kematian neonatal terbanyak
adalah BBLR sebesar 34,5% dan asfiksia sebesar 27,8%. Data dari WHO menunjukkan
bahwa sekitar 3% dari 120 juta bayi yang lahir setiap tahun mengalami asfiksia, yang
merupakan kegagalan untuk bernafas secara spontan dan adekuat segera setelah lahir.
Asfiksia menyebabkan hipoksia progresif, akumulasi CO2, dan asidosis, yang dapat
menyebabkan kerusakan otak atau kematian jika tidak ditangani segera. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis hubungan antara BBLR dengan kejadian asfiksia.
Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional.
Populasi penelitian adalah bayi baru lahir yang dirawat di Ponek Neo RSUD Dr.
Soekardjo Tasikmalaya, dengan sampel sebanyak 100 bayi yang dipilih menggunakan
teknik purposive sampling dari data rekam medis. Analisis data dilakukan menggunakan
distribusi frekuensi untuk univariat dan uji chi square untuk bivariat. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa 66% dari subjek penelitian adalah bayi dengan BBLR, dan 74%
mengalami asfiksia. Uji chi square menunjukkan nilai p = 0,009, yang berarti terdapat
hubungan signifikan antara BBLR dengan kejadian asfiksia. Disarankan agar orang tua
secara rutin memeriksakan kehamilan untuk mencegah komplikasi kesehatan akibat
BBLR.
Kata Kunci : Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), kejadian asfiksia
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | A Keperawatan > AF Anak |
| Divisions: | PSDKU Tasikmalaya > S1 Keperawatan |
| Depositing User: | editor psdku tasik |
| Date Deposited: | 08 Jan 2026 07:43 |
| Last Modified: | 08 Jan 2026 07:43 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3209 |
