Candra, Cep Diki (2022) Uji Aktivitas Daun Gaharu (Aquilaria malaccensis lam) Terhadap Luka Sayat pada Tikus dan Penetapan Kadar Flavonoid Total. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (72kB)
Halaman Pengesahan.pdf - Published Version
Download (66kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (177kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (132kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (67kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (68kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (118kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (62kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (204kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (262kB)
Bab 6.pdf - Published Version
Download (60kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (135kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (356kB)
Abstract
Luka merupakan kerusakan fisik yang disebabkan terbukanya atau hancurnya kulit sehingga keutuhan sel epitel menjadi rusak dan mengakibatkan terganggunya keseimbangan anatomi dan fungsi kulit. Luka sayat yaitu salah satu luka yang disebabkan oleh irisan benda tajam contohnya pisau biasanya memanjang dan berbentuk lurus. Daun gaharu sudah digunakan diberbagai negara untuk diproduksi teh kesehatan dan pengobatan luka. Tujuan penelitian ini yaitu untuk
mengetahui aktivitas dari daun gaharu terhadap luka sayat pada tikus. Tikus dilukai menggunakan scapel steril no 10 di permukaan punggung tikus. Tikus dibagi menjadi enam
kelompok dengan sediaan bioplacentol gel, basis gel, ekstrak etanol daun gaharu, fraksi Nheksan daun gaharu, fraksi etil asetat daun gaharu, fraksi methanol air daun gaharu. Perlakuan dilakukan selama 21 hari dengan pemberiaan sediaan satu kali sehari yaitu pada pagi hari. Parameter pengujian ini yaitu melihat tampilan luka tikus, mengukur panjang luka dan dihitung dengan persentase penyembuhan luka. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa sediaan fraksi methanol air daun gaharu sembuh pada hari ke 20, dilanjutkan dengan sediaan fraksi N-heksan daun gaharu pada hari 19, sediaan fraksi etil asetat dan ekstrak etanol daun gaharu sembuh pada
hari ke 18. Hasil ini juga menunjukan rata-rata persentase penyembuhan luka pada kelompok fraksi etil asetat dan ekstrak etanol daun gaharu lebih tinggi dibandingkan dengan fraksi Nheksan dan methanol air. Dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak dan fraksi daun gaharu dapat menyembuhkan terhadap luka sayat pada tikus.
Kata kunci: luka sayat; daun gaharu; penyembuhan luka.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | B Farmasi > BE Farmakologi dan Farmasi Klinik |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Farmasi > S1 Farmasi |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 07 Jan 2026 07:44 |
| Last Modified: | 07 Jan 2026 07:44 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3184 |
