Agustina, Vini (2022) Evaluasi Pola Peresepan dan Potensi Interaksi Obat Antibiotik di Salah Satu Apotek Kota Bandung. Diploma thesis, Universitas Bhakti Kencana.
cover.pdf - Published Version
Download (12kB)
pengesahan.pdf - Published Version
Download (242kB)
pernayataan.pdf - Published Version
Download (243kB)
pengantar.pdf - Published Version
Download (329kB)
isi.pdf - Published Version
Download (334kB)
abstrak.pdf - Published Version
Download (430kB)
bab1.pdf - Published Version
Download (335kB)
bab2.pdf - Published Version
Download (242kB)
bab3.pdf - Published Version
Download (211kB)
bab4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (214kB)
bab5.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (467kB)
bab6.pdf - Published Version
Download (327kB)
pustaka.pdf - Published Version
Download (331kB)
lampiran.pdf - Published Version
Download (381kB)
Abstract
Penyakit menular masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama, terutama di negara berkembang. Pada infeksi yang disebabkan oleh bakteri, antibiotik merupakan obat yang paling sering digunakan, namun penggunaan yang tidak tepat dapat memicu terjadinya resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan serta potensi interaksi obat antibiotik pada resep pasien di salah satu apotek di Kota Bandung pada periode Oktober hingga Desember 2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif. Sampel penelitian meliputi seluruh resep yang mengandung antibiotik selama periode penelitian dengan jumlah total 229 resep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola peresepan antibiotik tertinggi adalah golongan penisilin sebesar 38%, diikuti antimikobakterial sebesar 25%, sefalosporin 16%, kuinolon 8%, kloramfenikol dan nitroimidazol masing-masing sebesar 5%, serta aminoglikosida, linkosamida, dan sulfonamid–trimetoprim masing-masing sebesar 1%. Antibiotik yang paling banyak diresepkan adalah antibiotik generik dengan persentase sebesar 53%. Berdasarkan bentuk sediaan, antibiotik paling banyak digunakan dalam bentuk kaplet atau kapsul dengan persentase sebesar 95%. Potensi interaksi obat antibiotik ditemukan sebesar 13,13%, dengan tingkat signifikansi terbanyak termasuk kategori minor sebesar 10,81%. Berdasarkan tipe interaksi, potensi interaksi paling banyak terjadi melalui mekanisme farmakokinetik dengan persentase sebesar 12,37%.
Kata kunci: antibiotik; pola peresepan; potensi interaksi
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | B Farmasi > BC Farmasi Umum Apoteker B Farmasi > BF Analisis Farmasi Kimia Medisinal |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Farmasi > D3 Farmasi |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 31 Dec 2025 03:46 |
| Last Modified: | 31 Dec 2025 03:46 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3065 |
