Nurfadillah, Delia (2020) Uji Toksisitas Akut dan Subkronis pada Kombinasi Rimpang Kunyit (Curcuma longa L.) dan Tanaman Pegagan (Centella asiatica). Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
COver.pdf - Published Version
Download (84kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (19kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (32kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (107kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (50kB)
Bab I.pdf - Published Version
Download (37kB)
Bab II.pdf - Published Version
Download (149kB)
Bab III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (55kB)
Bab III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (55kB)
Bab IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (83kB)
Bab V.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (340kB)
Bab VI.pdf - Published Version
Download (33kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (99kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (321kB)
Abstract
Rimpang kunyit dan tanaman pegagan merupakan rimpang yang sudah lazim
digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional termasuk antihipertrigliserida, anti
oksidan,
kanker,
analgesik,
anti
depresan,
antimikroba,
antivirus,
immunomodulatory dan antihipertensi. Banyaknya khasiat yang dimiliki oleh kedua
rimpang tersebut menjadi dasar dilakukannya pengujian toksisitas akut dan toksisitas
subkronik untuk memastikan keamanan penggunaannya. Pengujian toksisitas dilakukan
pada hewan uji tikus galur Wistar putih jantan dan betina dengan penggunaan dosis
yang merujuk pada OECD dan Badan Pengawas Obat dan Makanan yaitu 300, 2000, 5000mg/kg untuk uji toksisitas akut dan 50, 100, 200mg/kg untuk uji toksisitas subkronik. Dalam penelitian ini digunakan dosis kombinasi 1:1 untuk masing-masing sampel uji. Pengamatan gejala toksik dilakukan selama 14 hari untuk uji toksisitas akut dan 28 hari untuk uji toksisitas subkronik kemudian dilakukan penimbangan organ,
pengujian biokimia pada uji toksisitas akut dan penambahan pengujian hematologi dan hispatologi pada uji toksisitas subkronis. Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi ekstrak kunyit dan pegagan tidak menyebabkan toksik, kenaikan
kadar SGOT dan penurunan kadar SGPT pada toksisitas subkronis masih dalam kadar rentang normal sehingga penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak kunyit dan pegagan aman digunakan.
Kata kunci: kunyit, pegagan, toksisitas akut, toksisitas subkronik, antihipertensi.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | B Farmasi > BE Farmakologi dan Farmasi Klinik |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Farmasi > S1 Farmasi |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 16 Dec 2025 08:14 |
| Last Modified: | 16 Dec 2025 08:14 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/2521 |
