Gumilang, Adi (2025) Penerapan Terapi Okupasi Meronce Manik - Manik dalam Asuhan Keperawatan Jiwa pada Pasien Skizofrenia dengan Halusinasi Pendengaran di Wilayah Kerja Puskesmas Cibatu Kabupaten Garut. Diploma thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover_Adi Gumilang.pdf - Published Version
Download (193kB)
Lembar Pengesahan_Adi Gumilang.pdf - Published Version
Download (148kB)
Lembar Persetujuan_ Adi Gumilang.pdf - Published Version
Download (146kB)
Lembar Pernyataan_Adi Gumilang.pdf - Published Version
Download (142kB)
Kata Pengantar_Adi Gumilang.pdf - Published Version
Download (164kB)
Daftar Isi_Adi Gumilang.pdf - Published Version
Download (251kB)
Abstrak_Adi Gumilang.pdf - Published Version
Download (266kB)
BAB I_Adi Gumilang.pdf - Published Version
Download (271kB)
BAB II_Adi Gumilang.pdf - Published Version
Download (443kB)
BAB III_Adi Gumilang.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (208kB)
BAB IV_Adi Gumilang.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (536kB)
BAB V_Adi Gumilang.pdf - Published Version
Download (236kB)
Daftar Pustaka_Adi Gumilang.pdf - Published Version
Download (144kB)
Lampiran_Adi Gumilang.pdf - Published Version
Download (4MB)
Abstract
Latar Belakang: Skizofrenia merupakan salah satu gangguan jiwa serius yang sering kali disertai gejala halusinasi pendengaran, yang dapat memengaruhi kualitas hidup pasien dan berisiko menimbulkan perilaku berbahaya. Di wilayah kerja Puskesmas Cibatu, data pada tahun 2025 menunjukkan tingginya prevalensi pasien skizofrenia dengan halusinasi pendengaran, yang menyoroti urgensi akan adanya intervensi non-farmakologis yang efektif dan terintegrasi dengan terapi medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengevaluasi efektivitas terapi okupasi meronce manik-manik sebagai salah satu intervensi keperawatan jiwa yang inovatif. Tujuan Penelitian:Untuk mengetahui efektivitas terapi okupasi meronce manik-manik dalam menurunkan halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia. Metode : Penelitian ini mengadopsi pendekatan studi kasus dengan desain deskriptif kuantitatif, melibatkan dua orang pasien skizofrenia yang mengalami halusinasi pendengaran. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan penggunaan instrumen skala halusinasi pendengaran yang terstandar. Intervensi terapi okupasi meronce manik-manik diberikan selama tiga hari berturut-turut, dengan setiap sesi berlangsung antara 30 hingga 45 menit. Hasil : Temuan penelitian menunjukkan adanya penurunan yang signifikan pada skor frekuensi dan intensitas halusinasi pendengaran pada kedua partisipan setelah mereka mengikuti intervensi. Pasien menunjukkan peningkatan kemampuan untuk mengelola stimulus eksternal, mengurangi fokus pada suara-suara internal, dan meningkatkan interaksi sosial. Hasil ini mengindikasikan bahwa kegiatan motorik halus yang terfokus dalam meronce manik-manik dapat menjadi distractor efektif yang mengalihkan pikiran pasien dari halusinasi. Kesimpulan: Terapi okupasi meronce manik-manik terbukti efektif mengurangi gejala halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia. Dengan terapi berkolaborasi dengan memberian obat parmakologis. Saran:Terapi okupasi meronce manik-manik sebaiknya diterapkan sebagai pendamping terapi medis pada pasien skizofrenia dengan halusinasi pendengaran.
Kata Kunci: Intervensi Non-Farmakologis, Keperawatan jiwa, Meronce manik-manik, Skizofrenia, Terapi okupasi
Referensi :3 Artikel (2022-2023),2 buku (2010-2014),6 Jurnal(2021-2025)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Intervensi Non-Farmakologis, Keperawatan jiwa, Meronce manik-manik, Skizofrenia, Terapi okupasi |
| Subjects: | A Keperawatan > AI Jiwa |
| Divisions: | PSDKU Garut > D3 Keperawatan |
| Depositing User: | editor psdku garut |
| Date Deposited: | 31 Dec 2025 08:53 |
| Last Modified: | 31 Dec 2025 08:53 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/1361 |
